Wednesday, February 27, 2019

Ini Cara Menyikapi LDR Dalam Pernikahan

Ini Cara Menyikapi LDR Dalam Pernikahan

harus sabar kalau LDR setelah menikah

LDR (Long Distance Relationship) merupakan hal yang berat harus dihadapi setiap pasangan yang sudah menikah. Tak ada orang yang ingin jauh dari pasangannya. Karena setiap orang pasti ingin terus bersama pasangannya memadu kasih, menjalani hari-hari bersama dan menciptakan keluarga yang harmonis. 

Namun, terkadang karir atau pekerjaan bisa membuat orang terpaksa berpisah dengan pasangannya. Kalau hal itu sudah terjadi, maka setiap pasangan yang menjalani LDR harus dapat menyikapinya dengan baik. Jangan  sampai jarak dapat membuat kamu dan pasangan bercerai berai. Nah, berikut ini tips menyikapi LDR dalam pernikahan sesuai islam.

Ikhlas, sabar dan bersyukur
Kamu harus bisa bersabar untuk tidak bertemu maupun bercengkerama dengan suami atau istrimu. Lantas ikhlaskanlah keadaan ini karena bagian dari takdir Allah. Kamu juga harus sangat bersyukur karena diberikan kondisi yang seperti ini, sehingga kamu takkan menyia-nyiakan waktu ketika bersama pasangan. 

Jaga komunikasi
Usahakan setiap hari menjaga komunikasi. Kalau suami atau istrimu tidak memberikan kabar, kamu bisa memberikan kabar duluan. Jangan iri-irian, terlebih sekarang sudah serba mudah. Kamu bisa menggunakan aplikasi untuk chattingan, video call atau yang lainnya. 

Selalu positif thinking dan saling percaya
Buang jauh-jauh perasaan negatif. Pasrahkan cintamu kepada Allah, maka Allah yang akan menjaga pasanganmu itu. saling percaya satu sama lain juga harus ditanamkan dengan baik saat LDR. 

Menjaga kesetiaan
Kamu wajib merasa kalau pasanganmu selalu mengawasimu dimanapun berada. Jadi, jangan coba-coba merayu atau mau dirayu oleh orang lain. Tetaplah setiap pada pasanganmu yang telah berjuang keras dalam mempertahankan pernikahan kalian itu.

Monday, July 16, 2018

Seminar Al-Qur'an bersama Syeikh Asal Banjar

Seminar Al-Qur'an bersama Syeikh Asal Banjar

Berikut acara yang akan dilaksanakan pada Agustus 2018 di Amuntai Kalimantan SelatanYang bertempat di :
Ponpes Ihya Ulumuddin Nur Sufiiyah, Kec. Banjang Kab. HSU
pemateri :
Syeikh Syamsul Fajri Al-Banjari
Syeikh asal Al-Makki Al-Banjari

Untuk informasi lebih lanjut silahkan cek banner berikut, dan hubungi kontak yang tertera

Ayooo ikutan acaranya

Saturday, June 16, 2018

Shalat di dalam Ka'bah

Shalat di dalam Ka'bah

Mengerjakan shalat di dalam Ka'bah hukumnya sah, baik shalat fardhu maupun sholat sunnah.
Ibnu Umar R.A meriwayatkan, "suatu ketika, Rasulullah SAW masuk ke dalam Ka'bah bersama Usamah bin Zaid, Bilal, dan Utsman bin Thalhah kemudian pintu Ka'bah ditutup. Setelah mereka membuka pintu Ka'bah, akulah yang pertama masuk. Akupun bertemu Bilal dan bertanya kepadanya, 'apakah Rasulullah SAW sudah shalat? Bilal menjawab, ya (beliau sudah shalat) diantara kedua tiang Yamani itu.

Sumber terjemah kitab fiqh sunnah hlm. 481 hal shalat di dalam Ka' bah.

Sunday, November 26, 2017

Perkembangan Pesantren di Papua

Perkembangan Pesantren di Papua


pesantren papua republika.co.id

Sekarang, Papua penuh dengan lantunan ayat-ayat Al-qur’an yang menenangkan jiwa. Perkembangan islam yang sangat bagus ini tak lepas dari peran pesantren di Papua. Sudah banyak minat masyarakat yang ingin memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren untuk belajar lebih dalam tentang islam. Pesantren yang sekarang ini tidak hanya terfokus pada ilmu agama islam saja, melainkan juga ilmu umum juga, dapat menarik minat masyarakat. 

Salah satu pesantren di Papua yang tekenal adalah Ponpes Al-Istiqomah Walesi yang sudah berdiri dejak 1977. Di pesantren anak-anak dipenuhi berbagai kegiatan keislaman seperti Sholat 5 waktu, mengaji, mendengarkan ceramah hingga bermain futsal maupun voli. Kegiatan yang menyenangkan inilah membuat para santri nyaman dan senang bisa mondok. Sehingga, merekapun dapat belajar islam dengan semangat. 

Kampung Walesi merupakan titik pertama penyeberan agama Islam di kawasan tengah Papua. Letak kampung ini yang berada di pinggiran kota Wamena membuatnya mudah dijangkau. Kalau dari ibu kota Kabupaten Jayawijaya bisa ditempuh dengan ojek. Banyak daerah-daerah lainnya yang menitipkan anak-anaknya ke pesantren di Papua ini. Tak heran bila sekitar kampung mayoritas masyarakatnya beragama muslim. 

Sungguh sangat bagus bagi warga Papua yang terkenal dengan jiwanya yang keras. Jika banyak masyarakat yang sadar akan pendidikan agama islam, mereka bisa membentuk kehidupan yang lebih baik dan damai lagi. Konflik-konflik bisa ditangani secara mudah dan bukan dengan emosi tinggi. Pesantren di Papua akan terus berkembang untuk mendidik warga Papua menjadi pribadi yang soleh dan mengerti tentang agama. 

Meskipun dulunya berbagai kendala menghalangi pendirian Ponpes, tapi sekarang itu sudah tidak masalah lagi. Semakin masyarakat Papua mengerti tentang agama islam, semakin besar kesadaran mereka mendukung perkembangan pesantren di Papua. Memang belum sebagus pesantren di daerah Jawa Timur, tapi sudah mampu memberikan warga Papua pendidikan agama yang bagus. Di pesantren kampung Walesi ini juga berdiri masjid yang digunakan sebagai pusat kegiatan. 

Pendidikan pesantren di Papua tidak bisa dibilang kolot, karena mengacu pada kehidupan masyarakat modern. Jadi, walaupun anak-anak bersekolah di pesantren, mereka tetap diajarkan tentang kehidupan masyarakat di jaman ini. Pendidikan agama yang bercampur dengan permainan dan pengajaran tentang sosial, akan membentuk pribadi yang jauh lebih baik santun. Ketua MUI Papua sangat mendukung perkembangan pesantren dan ingin terus-menerus mensosialisasikan betapa pentingnya pendidikan di pesantren.

Penulis: anto fajrianto

Thursday, November 23, 2017

Perkembangan Pesantren di Maluku

Perkembangan Pesantren di Maluku


seram island maluku foto:youtube.com


Perkembangan pesantren di Maluku belum sebagus kota-kota lainnya. Menurut Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Maluku yakni Abidin Wakano menyatakan kalau Maluku sangat memerlukan pesantren yang nantinya bisa menjadikan pemuka-pemuka islam yang berkualitas di Maluku. Sehingga, mereka dapat memahami dan menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi antara masyarakat muslim dengan baik. 

Beliau mengatakan butuh banyak pesantren di Maluku untuk membentuk pribadi anak-anak yang mengerti tentang agama islam. Sebab, menurut beliau rata-rata masyarakat disana bukan lulusan pesantren. Jadi pemikiran dan pengetahuannya belum tentang esensi islam dan sesuai Al-Quran. Dengan pengetahuan yang berbasis Al-qur’an dan hadist ini diharapkan masyarakat Maluku mampu hidup damai. 

Abidin yang juga merupakan Direktur dari ARMC mengungkapkan bahwa kebutuhan pesantren di Maluku penting sekali untuk dipikirkan. Sebab, pesantran mempunyai kurikulum pendidikan yang terencana, sehingga bisa menghasilkan murid-murid yang ahli dalam ilmu islam dan juga paham tentang ilmu-ilmu lainnya. Mengingat saat ini sudah banyak pesantren yang mengusung ilmu-ilmu umum lainnya. 

Kalau hanya sekolah-sekolah berbasis agama seperti Aliyah, ibtidayah, dan madrasah dirasa belum cukup mendidikan seseorang manjdi muslim yang baik dan mengerti benar tentang agama. Menurutnya, mereka yang berpendidikan agama dengan lebih baik akan bisa menangani segala macam persoalan yang terjadi sehari-hari. Dimana kehidupan dalam bermasyarakat juga menjadi lebih aman, nyaman dan menyenangkan. 

Maluku sudah mempunyai pesantren di tingkat SMP, tapi sistemnya bukan sebagaimana pesantren pada umumnya. Jadi, belum mampu menghasilkan sumber daya yang mumpuni sebagai ulama dan pemuka agama yang baik. Abidin juga berujar, dulunya pesantren yang dipandang kuno, kolot dan tidak modern bagi orang awam, kini menjelma sebagai pendidikan yang menciptakan santri dan santriwati yang jauh lebih sukses dan mampu menguasai segala bidang profesi. 

Bahkan tidak sedikit sekarang, kaum sarungan berkarir di dunia digital yang berhubugan dengan komputer dan internet. Para lulusan pesantren diyakini mampu menyumbang pemikiran yang tepat dalam perkembangan islam modern di Indonesia untuk membangun Indonesia menjadi negara yang cinta damai. Pemahaman ilmu agama dan umum yang sama akan saling mendukung akan mensejahterakan masyarakat. 

Pengetahuan ilmu agama islam yang bagus, dapat membuat seseorang tidak mudah terpengaruh dengan doktrin-doktrin sesat. Pesantren di Maluku harus bertambah banyak dan memberikan pendidikan yang bagus baik dalam soal agama maupun umum. Itulah yang diharapkan oleh Abidin Wakano.