Thursday, January 2, 2020

Air - Bab 1 Thaharah [Fiqih Sunnah - Sayyid Sabiq]

 A. Air

1. Jenis-Jenis Air

a. Air Mutlak

 Hukum air mutlak adalah thahur,  suci dan mensucikan.  ada beberapa macam air  ada  mutlak, yaitu:
  •  air hujan air es dan air embun
  •  air laut
  •  air zam-zam
  •  air yang berubah warna karena tidak bergerak atau karena tempat penampungan nya atau karena bercampur dengan sesuatu yang sulit dipisahkan seperti lumut dan dedaunan menurut ulama air itu bisa digunakan untuk mensucikan atau air mutlak

 b. Air Musta'mal 

adalah air yang jatuh dari anggota tubuh orang yang berwudhu atau mandi besar hukum air musta'mal adalah suci dan mensucikan.
Rubayyi binti muawwidz  meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw,  mengusap kepala beliau dengan air wudhu yang tersisa di tangan Beliau dalam redaksi yang berbeda Abu Daud meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw,  mengusap kepalanya dengan sisa air yang masih ada di tangan Beliau.

 C. air yang telah bercampur dengan sesuatu yang suci

Contoh seperti sabun tepung dan lain-lainnya,  air jenis ini hukumnya suci dan mensucikan selama ia masih dianggap sebagai air mutlak,  yang artinya,  air yang bercampur dengan benda benda tersebut masih disebut air secara definitif.  namun jika identitas air tersebut sudah berubah tidak lagi dianggap sebagai air mutlak, maka ia hanya suci,  tidak mensucikan.

 Ummu Athiyah menceritakan ketika putri Rasulullah Zainab meninggal,  Rasulullah Saw.  kami dan berkata " mandi kan iya 3 atau 5 kali.  atau lebih banyak lagi,  jika kalian merasa kurang.  mandikan dengan air dan daun bidara.  untuk siraman yang terakhir pakailah kapur atau bahan sejenisnya,  jika sudah dimandikan.  maka beritahu padaku.  ketika kami selesai memandikan mayat Zainab,  kami memanggil Rasulullah.  beliau memberikan sarung beliau sembari berkata Pakaikan sarung ini kepadanya.

 diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih Bukhari Kitab al-jumuah,  jilid 1 halaman 93.



Sambungannya Part 2

_________________________________________________________________________________
Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah, Darul Fath, diterjemahkan oleh Pena Pundi Aksara, Jakarta, Hlm. 15-19

SHARE THIS

Author:

Pesantren.info merupakan website informasi pesantren yang ada di seluruh Indonesia, website ini masih terus dalam tahap pengembangan, sehingga akan banyak didapati link yang kosong atau informasinya belum ada, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Salam Santri

0 komentar:

Tuangkan Pendapat anda disini, semakin kita berdiskusi semakin terbuka pemikiran kita. Salam