Cara take over KPR rumah lengkap dengan syarat take over kredit antar bank untuk sertifikat rumah di bank mandiri 2021

Apa Itu Take Over KPR dan Bagaimana Cara Melakukannya? Simak Selengkapnya di Bawah Ini!

Pernah mendengar istilah take over rumah? Take over rumah atau take over KPR adalah proses pemindahan status kepemilikan kredit sebuah rumah. Seperti yang sudah Anda ketahui, kini membeli rumah bisa dilakukan secara kredit. Kredit kepemilikan rumah ini biasanya disediakan oleh bank-bank di Indonesia. Sistem ini disebut dengan KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah. Sistem KPR ini adalah membayar uang muka atau down payment (DP) yang ditentukan dan mencicil sisa harga rumah sesuai dengan jumlah bulanan. Jumlah yang dibayar setiap bulannya ini biasanya ditentukan oleh jumlah DP yang diberikan atau lama cicilan yang diambil. Jadi semakin besar DP yang diberikan, cicilan setiap bulannya akan semakin kecil juga.

Nah rumah yang sudah melalui proses KPR ini bisa langsung ditempati. Namun ada juga beberapa orang yang menunggu proses KPR selesai sebelum menempati rumahnya. Di sisi lain, ada banyak orang yang memilih untuk menjual kembali rumah yang KPRnya masih dalam proses. Hal ini biasanya disebut dengan take over KPR. Jadi Anda akan mengambil alih kredit rumah yang sebelumnya sudah dijalankan oleh pelanggan sebelumnya. Proses take over ini juga bisa dilakukan antar bank. Syarat take over kredit antar bank juga berbeda-beda tergantung bank yang Anda pilih. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut soal syarat dan bank yang bisa take over sertifikat rumah ini, Anda bisa cek tulisan di bawah ini lebih lanjut.

Beberapa Bank yang Menyediakan Layanan Take Over KPR

Bisa dikatakan hampir semua bank besar yang ada di Indonesia menyediakan layanan take over sertifikat rumah subsidi maupun jenis rumah lainnya. Syarat yang diberikan juga tidak jauh berbeda dan jumlah bunganya juga kurang lebih sama. Sebut saja ada layanan KPR dari bank Mandiri, BCA, BTN, Permata, CIMB Niaga, Maybank, Danamon, BNI, BRI, dan beberapa bank lainnya. 

Untuk bank yang bisa take over kredit sendiri, hampir semua bank di atas bisa melakukannya. Namun tidak semua bank yang disebutkan sebelumnya mempunyai program khusus take over walaupun tetap bisa melakukannya. Untuk bank yang mempunyai program khusus take over KPR adalah bank Mandiri, Danamon, CIMB Niaga, Permata, BTN, dan Maybank.

Persyaratan dan Cara Melakukan Take Over KPR Dengan Mudah dan Praktis

Untuk Anda yang ingin melakukan take over rumah, Anda patut mengetahui cara take over rumah berikut ini. Pada setiap bank, persyaratan dan alurnya memang akan berbeda. Namun perbedaannya sedikit dan kecil sekali. Maka dari itu, berikut adalah rangkuman persyaratan dan cara melakukan take over KPR yang harus Anda ketahui. 

Untuk persyaratannya sendiri, kebanyakan bank biasanya membutuhkan KTP (dengan pasangan jika sudah menikah), NPWP, KK, Akta Nikah (jika sudah menikah), slip gaji, rekening gaji 3 bulan terakhir, surat keterangan dari HRD (jika bekerja pada suatu perusahaan), dokumen jaminan, dan surat keterangan OS terakhir dari bank sebelumnya (jika berbeda bank).

Untuk caranya sendiri, mungkin setiap bank akan mempunyai alur yang sedikit berbeda. Mulai dari cara take over KPR BTN hingga take over Bank Jatim. Namun garis besar alur take over KPR adalah sebagai berikut. Pertama, Anda menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan (seperti yang sudah dijelaskan di atas). Kedua, menyiapkan sertifikat rumah yang ingin Anda take over. Sertifikat rumah ini pastinya akan Anda dapatkan jika sudah menyelesaikan pembelian dari pembeli sebelumnya. Penyelesaian ini bisa berupa mengganti uang yang sudah pembeli sebelumnya bayarkan. Dengan begitu Anda bisa membayar sisanya melalui bank. Ketiga, mendatangi bank tempat Anda ingin melakukan take over KPR dan ajukan KPR. Untuk biayanya sendiri, setiap bank mempunyai bunga yang berbeda. Untuk biaya take over KPR BTN tahun 2021 sendiri dikenai 7% dari plafon kredit yang disetujui. Begitu juga dengan take over sertifikat rumah ke bank Mandiri yang dikenakan 4,59% untuk tenor 1 tahun, 5,99% untuk tenor 3 tahun, dan 9,99% untuk tenor 10 tahun ke atas.

Keuntungan yang Bisa Anda Dapatkan Dengan Melakukan Take Over KPR

Itulah pengertian take over KPR, beberapa bank yang menyediakan layanannya, serta cara mengajukannya. Untuk keuntungannya sendiri, take over KPR ini pastinya bisa membawa banyak sekali keuntungan untuk Anda. Adapun beberapa keuntungan take over KPR yang bisa Anda rasakan adalah bunga lebih rendah, mendapat dana tambahan (top up), dan jumlah angsuran bisa diatur. 

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan rumah impian Anda dengan mudah dan tanpa khawatir lagi. Dana tambahan yang didapatkan juga bisa Anda alihkan untuk memperluas rumah atau bahkan biaya pendidikan. Menarik sekali bukan? Jadi jangan ragu lagi untuk melakukan take over KPR!